02
Dec
09

Pemikiran Thomas Aquinas terhadap Perkembangan Pemikiran Politik Barat


PENDAHULUAN

Thomas Aquinas adalah seorang filsuf dan ahli theology ternama yang berasal dari Italia. Ia lahir pada tahun 1225 di Naples dari keluarga bangsawan Italia dimana ayahnya sendiri adalah seorang Pangeran Landulf dari Aquino yang seorang Kristen yang taat. Oleh karena itu, Thomas pun di didik agamanya dengan kuat dan akhirnya pada tahun 1245 saat usianya 16 tahun,ia ikut dalam sekte Dominikan yang pada saat itu sangat berperan pada abad itu.

Kemudian, ia pun meneruskan pendidikannya di Paris. Di sinilah, ia berguru kepada Albertus Magnus yang memperkenalkan filsafat Aristoteles kepadanya. Pada masa ini pula, ia belajar mendalami Ilmu pengetahuan dari filsuf besar Yunani Aristoteles yang ia selaraskan dengan teologi kristiani melalui filsuf muslim terkenal yaitu Ibnu Rusyd (Averoist).

Thomas meninggal dunia pada usia 48 tahun. Tepatnya pada tanggal 7 Maret  1247 dan pada tahun 1323, Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus dan bergelar Santo. Dengan usia yang sangat muda, ia telah sukses melahirkan 3 karya besarnya yaitu Summa Theology yang memaparkan tentang prinsip – prinsip filsafat dalam teologi kristen untuk menjelasakan misteri – misteri Ilahi pada zaman skolastik. Karya lainnya adalah Summa Contra Gentile, On Kingship dan De Regimine Principum.

Thomas Aquinas juga di juluki sebagai Raja skolastik terbesar karena ia telah meletakkan dasar – dasar intelektual dan teologis dalam perkembangan pemikiran politik Kristiani Eropa pada abad pertengahan dan mampu menyatukan pemikiran – pemikiran dari para pemikir agung sebelumnya.Oleh karena itu, ia pun juga di sejajarkan dengan pemikir agung seperti Plato, Aristoteles, dan Santo Augustinus.

Dalam perkembangannya, ia ingin mengembangkan doktrin – doktrin Kristiani sehingga melahirkan pemikiran mengenai hukum, negara dan kekuasaan akibat dari banyaknya gejolak yang muncul melalui sosial politik.

Berikut ini Pandangan Thomas Aquinas tentang hukum, negara dan kekuasaan yang tidak lepas dari konsep natural law :

  1. A. Mengenai Hukum Alam ( Natural Law) dan Negara

Thomas mengatakan bahwa hukum alam tidak lain adalah merupakan partisipasi makhluk rasional dalam hukum abadi (eternal law),Yang dimaksud dengan makhluk rasional adalah manusia.[1] Manusia adalah makhluk rasional yang berate memiliki akal dan pikiran, penalaran dan tingkat intelijensia yang di anugerahkan oleh Tuhan sebagai pembeda dengan makhluk lainnya seperti binatang.

Dalam bukunya Summa Theologica : [2]

“Setiap akal dan kehendak dalam diri kita, berdasarkan sesuatu yang sejalan dengan alam……..dan haru sesuai dengan kebajikan hukum alam.”

Adapun hukum dasar bagi semua hukum baginya adalah Eternal Law, yaitu kebijaksanaan dan akal budi abadi Tuhan, sebagai hukum yang sebenarnya (true law) yang kebenarannya absolut, tidak lagi ada yang harus di ragukan.[3]

Dalam pendapatnya mengenai negara, Thomas Aquinas banyak di pengaruhi oleh Aristoteles, seperti pendapatnya bahwa hukum kodrat tidak mungkin bertentangan dengan hukum abadi Tuhan, oleh karenanya keberadaan negara tidak terlepas dari hukum alam. Dan eksistensi sebuah negara juga  bersumber dari sifat alami manusia yang bersifat sosial dan politis yang tidak hanya berdasarkan insting, tapi juga akal budi menyebabkan manusia juga di sebut sebagai makhluk politik yang hidupnya akan saling bergantung dengan manusia yang lainnya untuk mendapatkan hidup yang layak dan membentuk suatu komunitas untuk menyalurkan serta mengembangkan pemikiran dan akal budi mereka yaitu negara  yang merupaka kebutuhan kodrati manusia.

Artinya, negara adalah sebuah komunitas politik yang dapat merefleksikan serta menggabungkan akal budi, pemikiran individu manusia, dengan demikian juga negara merupakan kodrati manusia. Maka jelaslah alam, kekuasaan dan negara memiliki hubungan yang saling terkait.[4]

Thomas Aquinas dalam tulisannya De Regimine Principum memiliki pandangan mengenai Negara,yaitu :

  1. Negara bersifat hierarki, dimana ada yang memerintah, menata pemerintahan dan ada yang mentaatinya. Dalam hubungannya dengan kekuasaan Tuhan, tujuan akhir hidup manusia adalah kesenangan dan kebaikan terhadap Tuhan, maka contoh dari kekuasaan Tuhan di dunia ini adalah pemuka agama, paus, petrus,dll.
  2. Thomas Aquinas juga terpengaruh oleh pemikiran Plato-Aristoteles, yaitu dalam mencapai semua kebaikan untuk mencapai kebahagiaan bersama, maka di lakukan tukar menukar terhadap sesama untuk memperoleh keuntungan.
  3. Manusia adalah kebahagiaan abadi, maksudnya adalah tuntutan agar setiap manusia mendahulukan kesejahteraan umum daripada memntingkan kepentingan individu dan harus taat terhadap negara.
  4. Negara memiliki fungsi spiritual keagamaan yang sakral.

Thomas Aquinas pun berpendapat mengenai bentuk negara. Adapun bentuk negara yang ideal menurut Aquinas adalah :

  1. Monarki, menurut Thomas adalah bentuk negara yang terbaik. Pandangan Thomas mengenai negara tidak terlepas dari Aristoteles dalam bukunya Politics. Yaitu, penguasanya hanya satu dan tujuan negara adalah untuk kebaikan bersama dalam hal kekayaan, kebaikan, dan kebebasan. Monarki merupakan bentuk kekuasaan tunggal, tetapi tujuannya baik. Sebaliknya jika tujuan dari penguasa adalah buruk, maka di sebut sebagai tirani.

Menurutnya, negara yang di perintah oleh satu orang akan lebih mungkin untuk mencapai keamnan dan perdamain negara karena pandangan, tujun dan cita – cita yang berbeda dapat di hindari.

Dalam hubungannya dengan hakikat hukum kodrat, alam selalu di perintah oleh satu oknum. Maka dari itu, bentuk negara yang paling ideal bagi Thomas adalah penguasa tunggal.

  1. Adapun negara yang di perintah oleh beberapa orang yang mulia dan memiliki tujuan bersama di namakan aristrokasi,sebaliknya di sebut oligarki. Dalam oligarki, penguasa menindas rakyatnya melalui represi ekonomi.
  1. Negara yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama, adanya kebebasan sebagai dasar persamaan politik dan kuatnya control rakyat jelata dan negara di perintah oleh banyak orang, maka di namakan politea.
  2. Negara yang kebebasan dan tujuannya tidak untuk kebaikan bersama dan di perintah banyak orang adalah demokrasi, yang meskipun dalam pandangan Thomas bukanlah bentuk negara yang ideal, pandangannya pun sama dengan Aristoteles yang memandang bahwa demokrasi sebagai bentuk negara terburuk.
  1. B. Mengenai Kekuasaan

Thomas Aquinas meyimpulkan bahwa manusia harus memerima kepemimpinan manusiayang memiliki keabsahan untuk memimpin dan berkuasa.

Adapun bagi penguasam tentu saja memiliki kewajiban dalam kepemimpinannya, yaitu :

  1. Mengusahakan kesejahteraan bersama termasuk bagaimana negara mengusahakan manusai dapat mencapai kebahagiaan hidup abadi setelah mati.
  2. Penguasa juga adalah pembela dan penjaga keadilan. Karena Tuhan menganugerahkan kekuasaan agar pemimpin mwujudkan keadilan di dunia ini dan terciptanya perdamaian.

Ia pun juga telah mengajarkan bahwa masyarakat dapat bersifat kritis terhadap negara, dengan di kenalnya istilah pembangkangan sipil (civil disobedience) apabila penguasa bertindak tidak sesuai dengan hukum abadi Tuhan atau hukum kodrat. Karena penguasa dan negara memiliki hukum yang berdasarkan prinsip – prinsip hukum kodrat dan tidak boleh bertentangan dengan hukum abadi Tuhan.

KESIMPULAN

Thomas Aquinas dalam pemikiran –pemikirannya banyak di pengaruhi oleh Aristoteles. Berikut ini pendapatnya :

  1. Manusia adalah makhluk yang hidup sesuai dengan kodratnya karena hukum kodrat adalah dasar semua tuntutan moral dan juga Allah meninginkan manusia hidup sesuai dengan kodratnya sehingga dapat berkembang, membangun dan menemukan identitasnya hingga tercapai kebahagiaan.
  2. Banyak pengaruh Aristoteles dalam pemikirannya seperti Negara memiliki system hierarki, ada yang memerintah dan ada yang di perintah seperti juga kodrat alam yang sistemnya berputar mengelilingi matahari. Dan juga untuk mencapai kebahagiaan bersama, timbullah sikap manusia yang saling bergantung terhadap yang lainnya sehingga timbullah system barter.
  3. Thomas Aquinas juga mengatakan bahwa suara hati yang mengendalikan semua akal dan perbuatan dan meyakini Tuhan menanamkannya pada diri manusia sehingga mengetahui mana yang baik dan buruk.
  4. Menurut Thomas Aquinas meyakini bahwa hukum alam tidak akan bertentangan dengan hukum kodrati, maka ada pengetahuan yang tidak perlu di pertentangkan yaitu tetapu tetap berdiri sendiri dan berdampingan yaitu pengetahuan alamiah yang berasal dari akal budi manusia dan pengetahuan iman yang bersumber pada kitab suci dan keagamaan.
  5. Dalam ajaran teologi kristennya, ia mengatakan bahwa misteri Allah tidak bisa di ketahui dengan akal pikiran, tetapi hanya dengan iman.

Dengan demikian, Thomas Aquinas yang banyak dipengaruhi oleh Aristoteles yang pada saat itu terjadi zaman kegelapan (yaitu runtuhnya kerajaan Romawi dan renaisan dan segala keputusan di ambil oleh dewan gereja dan yang berhak mengeluarkan pendapat adalah ahli agama) sehingga ia pun lahir sebagai pemikir ulung.

Karya Thomas Aquinas dianggap sebagai mahakarya yang terkenal pada abad pertengahan Kristen  sehingga mempengaruhi kehidupan keagamaan, intelektualitas dan pemikiran politik di Barat. Ia pun memiliki julukan sebagai raja skolastik karena ia menyumbangkan berbagai pemikiran – pemikiran yang mempersatukan ajaran dari pemikir agung sebelumnya yang pada awalnya saling bertentangan yaitu Plato, Aristoteles dan St.Augustinus.


[1] Ahmad Suhelmi, Pemikiran Politik Barat, PT. Gramedia,2007, hal. 92

[2] Ibid.hal.93

[3] Dr.Firdaus Syam,M.A. Pemikiran Politik Barat : Sejarah, Filsafat dan pengaruhnya terhadap Dunia ke 3,Bumi aksara,2007, hal.47

[4] Ibid. hal 48


0 Responses to “Pemikiran Thomas Aquinas terhadap Perkembangan Pemikiran Politik Barat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: